Senin, 07 Desember 2015

Hilangnya seorang sahabat

Mungkin kejadian ini baru saja terjadi kepada saya. Beberapa bulan yang lalu saya bertemu dengan seorang teman lama yang sudah lama tidak bertemu sejak pertemuan pertama kali saat saya masih SMK. Kami sempat ngobrol banyak, saling sharing, dan keluar bareng untuk sekedar makan atau nongkrong. Akan tetapi Seminggu kita aktif ngobrol, tiba-tiba dia menghilang.

Bahkan dia menghilang sebelum saya meminta maaf kepada dia. Minta maaf apa? Sepertinya saya telah melakukan kesalahan. Ada maksud atau tujuan yang saya sampaikan kepadanya, akan tetapi maksud dan tujuan itu saya utarakan tidak tepat pada waktunya. Entah itu telah melukai perasaannya, atau apalah namanya sehingga dia tiba-tiba menghilang. 

Dia juga menghilang sebelum saya berterima kasih kepada dia. Berterima kasih tentang apa? Ada satu kata-kata dia yang sungguh benar-benar membuat saya “makjleb” banget, dan dengan kata2 itu saya setidaknya belajar menjadi orang yang lebih baik lagi.  Perkataan apa? Hanya 2 kalimat sih. tapi efeknya bung, kayak ditampol. “irfan, kamu sering2 baca buku. Biar ga tong kosong”.

2 kalimat keramat yang efeknya ada 2. Satu itu makjleb banget. Satu lagi nikmat. Kok bisa nikmat fan? Iya jelas nikmat, jika dipikir, tanpa dia berkata itu, apa aku bisa introspeksi diri? Apa aku bisa dapat pelajaran? Belum tentu, bisa saja tidak malah. Jadi nikmatnya itu berupa rasa syukur karena kita ini masih bisa diingetin. Diingetin didunia itu lebih enak dripada diingetin pas udah dalam kubur. Klo diingetin pas didunia, kta bisa ngerubah dan menjalaninya. Klo udah didalam kubur, kita ga bisa apa2 euy.

Maka dari itu, jagalah sahabatmu. Jagalah perasaan dan hatinya. Jangan sampai kalian kehilangan satu saja sahabat yang bisa jadi dia juga sebagai guru kehidupanmu.



Nitip sebuah pesan ya untuk sahabatku yang aku ceritakan diatas.

Untuk sahabatku, sungguh saya meminta maaf atas niatan yang mungkin membuat sakit hati atau sesuatu yang tak mengenakkan bagimu.

Dan saya berterima kasih atas kalimatmu yang dari itu, saya sungguh benar-benar belajar, saya benar benar membuka mata agar bisa memulai menatap jendela dunia. 

Aku berdoa semoga dari apa yang saya baca (semoga itu ada kebaikan didalamnya) dan saya amalkan, pahalanya akan mengalir kepadamu. Dan semoga suatu saat kita dipertemukan kembali pada waktu dan tempat yang lebih baik. Tapi apabila kita tidak dipertemukan, kau akan tetap menjadi seorang teman dan sahabat yang akan selalu aku ingat karena kebaikanmu kepadaku.”


Matur nuwun. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar