Selamat siang (soalnya ni saya nulisnya siang) hahhahhahhaa,, oia, saya mau crita nih, Pada hari minggu kemaren (25 okt 2015), saya kan lagi main-main ke salah satu pasar loak barang bekas di surabaya, namanya Pasar Gembong, orang surabaya pasti tau nih hehehee. Saya dari dulu emang suka banget klo weekend mampir ke pasar loak barang bekas di berbagai tempat khususnya sekitar sidoarjo dan surabaya.
Cuman yang bkin spesial sampe saya tulis disini itu adalah pemandangan yang tak biasanya saya jumpai di pasar loak. Biasanya para penjual yang menggelar lapaknya itu mayoritas adalah bapak-bapak, ataupun ibu ibu. Tapi kemaren beda, ada anak kecil yang ikut gelar lapak disitu.
Dibawah terik Matahari siang yang begitu menyengat kulit, dengan alas terpal berwarna oranye, adik ini menggelar lapak dengan berjualan chasing HP dan sparepart sepeda gowes seperti bel, boncengan, dan standart samping, yang semuanya dalam kondisi bekas (yaa iyaalaahh, namanya juga pasar loak. klo mau baru ya ke toko. hehehhe). Cara adek ini berjualan dan cara dia menghadapi pembeli sudah seperti orang dewasa. dikala ada orang yang menawar murah barangnya, dia tak mau kalah untuk mencoba supaya pembeli menaikkan lagi tawarannya, dia juga hafal banget dan tau banget sama harga barang yang dia jual, dia juga tidak merasa grogi saat banyak orang mengerumuni lapaknya, meskipun dia tidak bisa menyembunyikan ciri khasnya sebagai anak-anak. hehhehe wesss pokoknya keren deh adek ini.
Dibalik rasa kagum pada adek ini, namun saya juga ngerasa iba atau miris, atau bahasa jawanya "rada ngenes ati" saat melihat adek ini jualan. Pertanyaan yang timbul saat merasa miris itu adalah "mengapa adek ini sampai berjualan?" Kemanakah orang tuanya? atau ada apa dengan dia atau keluarganya sampai dia rela meninggalkan waktu bermainnya dengan teman sebaya untuk mencari rejeki dengan berjualan bersama orang-orang yang berada jauh diatas umurnya? dan sudah berapa lama adek ini jualan? karena dengan gaya jualannya, pasti adek ini udh jualan lebih dari beberapa minggu.
.
Ahh, sudah ga perlu ngebahas tentang mengapa dan mengapa. fokus aja dengan kerennya adek ini dan semangatnya adek ini jualan. Karena kerennya adek ini ngelebihin rasa ga enak ku. hehehehehe
.
Doaku untuk adek ini cuma 1
Semoga semua apa yang dia lakukan, itulah yang terbaik untuknya, untuk keluarganya, untuk orang-orang terdekatnya, dan untuk saat ini, dan di masa mendatang.
amiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar